Revolusi Sawah Kepri: Teknologi PM AAS Resmi Diuji Coba di Bintan, Janjikan Lonjakan Produksi Padi
Bintan, 5 Mei 2026 – Harapan baru bagi ketahanan pangan Kepulauan Riau (Kepri) mulai berpijak di Bumi Segantang Lada. Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kepulauan Riau (BRMP Kepri) resmi melakukan sosialisasi dan inisiasi penerapan inovasi teknologi budidaya padi terbaru, Pertanian Modern - Agriculture Advance System (PM AAS), kepada Kelompok Tani (Poktan) Poyotomo Makmur, Kabupaten Bintan.
PM AAS adalah sistem pertanian modern yang berfokus pada peningkatan produksi padi melalui strategi peningkatan populasi tanaman secara presisi. Berbeda dengan metode konvensional, PM AAS mengatur kerapatan tanam dan input nutrisi sedemikian rupa untuk memaksimalkan jumlah bulir padi per satuan luas lahan tanpa menurunkan kualitas tanaman.
Secara historis, PM AAS lahir dari riset panjang Kementerian Pertanian untuk menjawab tantangan keterbatasan lahan. Teknologi ini mengintegrasikan mekanisasi modern dengan sistem tanam rapat terkendali, yang kini mulai diimplementasikan secara serentak di seluruh provinsi di Indonesia, termasuk Kepulauan Riau.
Kegiatan sosialisasi ini dipimpin langsung oleh Gokma Ampetua Siregar selaku penanggung jawab kegiatan, dengan didampingi oleh Kepala BRMP Kepri, Rudi Hartono. Dalam arahannya, Rudi Hartono menyampaikan bahwa teknologi ini akan memulai debutnya di lahan milik Bapak Musliman, salah satu anggota Poktan Poyotomo Makmur.
"Teknologi budidaya padi terbaru dari Kementan ini untuk kali pertama akan diterapkan di lahan Bapak Musliman. Tim kami akan mendampingi penuh untuk memastikan teknologi ini diterapkan dengan tepat," ujar Rudi dengan optimis.
Keberhasilan teknologi PM AAS tidak lepas dari dukungan ekosistem pertanian yang sehat. Oleh karena itu, tim POPT dari BPPSP TPHP Kepri turut hadir untuk melakukan pengawalan ketat dalam pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Hal ini krusial untuk menjamin hasil produksi tetap terlindungi dari serangan hama sejak masa tanam hingga panen.
Tak hanya itu, pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera 4 Batam juga menyatakan kesiapannya untuk bersiaga (standby) guna menjamin kelancaran sistem irigasi di lahan persawahan tersebut. Ketersediaan air yang stabil menjadi kunci utama dalam mendukung percepatan tumbuh kembang padi dengan populasi tinggi.
Antusiasme para petani terlihat sangat tinggi saat menerima tantangan untuk mengadopsi metode baru ini. Mereka berharap PM AAS menjadi solusi nyata dalam mendongkrak produktivitas gabah di Bintan.
Jika penerapan di lahan percobaan ini terbukti meningkatkan produksi secara signifikan, teknologi PM AAS direncanakan akan segera diadopsi secara luas di kabupaten/kota lain di seluruh Kepulauan Riau. Langkah ini diharapkan mampu memangkas ketergantungan pangan dari luar daerah dan menjadikan Kepri lebih mandiri secara agraris.